5 Tempat Bersejarah di Bandung: Saksi Lautan Api

Gedung Indonesia Menggugat sebagai salah satu tempat bersejarah di Bandung

Pesona yang dimiliki Kota Bandung memang tidak ada habisnya. Mulai dari hamparan alam, kebudayaan, hingga suasana yang dimilikinya selalu berhasil membuat orang-orang rindu untuk berkunjung ke Kota Kembang ini.

Seiring perkembangannya, bangunan-bangunan tinggi mulai terlihat memenuhi kota. Namun, gedung-gedung bergaya kolonial yang menjadi saksi sejarah di Kota Bandung tetap dipertahankan eksistansinya. Berbagai tempat bersejarah di Bandung yang dapat kamu kunjungi sebagai tujuan destinasi wisata. Cari tahu 5 gedung bersejarah itu pada artikel ini, ya.

1. Gedung Merdeka

Gedung Merdeka bisa dikunjungi sebagai salah satu daftar wisata kamu
Gedung Merdeka (Airpaz Blog)

Menelusuri kawasan Asia Afrika, ada sebuah gedung yang menjadi saksi bisu sejarah dari banyak negara. Disinilah Konferensi Asia Afrika berlangsung untuk pertama kalinya pada tahun 1955. 

Gedung megah ini dibangun pada tahun 1895 dengan nama Societeit Concordia. Namun pada tahun 1921, dilakukan renovasi besar-besaran yang mengubah desain arsitekturnya menggunakan desain art deco yang bergaya Eropa banget.

Kini, pada aula utama dan sayap kadang Gedung Merdeka dijadikan Museum Konferensi Asia Afrika yang bisa kamu kunjungi secara gratis. Kamu akan dibuat terpukau saat pertama kali menginjakkan kaki ke dalam museum ini dikarenakan melihat interior yang megah bergaya Italia di dalamnya.

2. Gedung Sate

Gedung Sate tentu menjadi tempat bersejarah di Bandung yang sudah tersohor
Gedung Sate (Kompas Travel)

Siapa yang tidak mengenal tempat bersejarah di Bandung yang satu ini? Gedung yang menjadi ikon Jawa Barat ini memiliki desain arsitektur yang unik dengan ciri khas atap yang berbentuk sate. Selain menyimpan sejarah bagi rakyat Indonesia, gedung yang dibangun pada tahun 1920 ini kini menjadi gedung pusat Pemerintahan Jawa Barat.

Gedung ini menyimpan banyak peninggalan pemerintahan Belanda dan juga Bandung yang dapat dilihat oleh warga umum. Di bagian menara gedung ini kamu juga dapat menemukan replika makanan dan kebudayaan Sunda, lho.

Terdapat pula sebuah tugu yang bertuliskan “Dalam mempertahankan Gedung Sate terhadap serangan pasukan Gurhaka tanggal 3 Dsember 1945, 7 pemuda gugur dan dikuburkan pihak musuh di halaman”.

3. Benteng Pasir Ipis

Salah satu pojok arsitektur Benteng Pasir Ipis yang bisa dikunjungi
Benteng Pasir Ipis (Situs Budaya Indonesia)

Benteng yang berlokasi di Lembang ini merupakan bangunan peninggalan pemerintah Belanda. Benteng yang dibangun pada tahun 1891 hingga 1930 ini memiliki panjang satu kilometer yang berfungsi sebagai benteng pertahanan bagi tentara kolonial.

Kini, sebagian dari bangunan benteng ditumbuhi pepohonan bahkan ada yang sudah rata dengan tanah. Bagian tengahnya pun diselimuti lumut. Meski belum masuk ke dalam daftar cagar budaya Bandung, tempat ini tetap menjadi saksi bisu sejarah kemerdekaan Indonesia.

4. Gedung Indonesia Menggugat

Gedung Indonesia Menggugat menjadi tempat bersejarah di Bandung yang wajib dikunjungi
Gedung Indonesia Menggugat (Infobdg)

Tempat bersejarah di Bandung selanjutnya adalah sebuah rumah dimana Soekarno memperjuangkan kemerdekaan Indonesia berpuluh-puluh tahun lalu. Di tempat ini, Soekarno membacakan pidato pembelaan atas tuduhan penggulungan kekuasaan Hindia Belanda. Tuduhan tersebut kemudian dijawab oleh Soekarno melalui sebuah pidato gugatan yang disebut “Indonesia Menggugat”.

Dengan keberanian yang dimiliki Soekarno untuk menyampaikan gugatan tersebut, pidato ini kemudian dianggap sebagai momen penting dalam menentang kolonialisme di Indonesia.

5. Grand Savoy Homann Bidakara Hotel

Tampilan kemewahan Hotel Grand Savoy Homann Bidakara yang indah
Hotel Savoy Homann (Trivago)

Satu lagi tempat bersejarah di Bandung yang menjadi saksi bisu sejarah Indonesia. Berada di kawasan Asia Afrika dan Jalan Braga, terdapat sebuah hotel mewah dengan desain art deco yang bergaya kolonial banget.

Awalnya, hotel ini dibangun pada tahun 1888 dan dimiliki oleh seorang imigran asal Jerman. Namun pada tahun 1930, dilakukan renovasi besar-besaran yang mengubah konsep bangunan hotel tersebut.

Dalam perjalanan sejarahnya, hotel ini pernah menjadi tempat akomodasi bagi para delegasi Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan pada tahun 1955. Mulai dari Ir. Soekarno hingga Charlie Chaplin pun pernah menginap di hotel mewah ini, lho!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan?