Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum Perjalanan Panjang Indonesia

Museum Mandala Wangsit Siliwangi adalah salah satu museum yang ada di Kota Bandung. Museum ini berada di Braga, tepatnya di Jalan Lembong 38. Kalau kamu menyukai hal-hal berbau sejarah dan militer, museum ini cocok banget buat jadi destinasi wisata saat kamu ke Bandung.

Museum Mandala Wangsit Siliwangi diresmikan pada 23 Mei 1966 oleh Panglima Divisi Siliwangi Kolonel Ibrahim Adjie. Nama Jalan yang menjadi tempat museum ini juga punya cerita, lho.

Nama Jalan Lembang diambil dari nama Letkol Lembong. Letkol Lembong adalah prajurit pasukan Siliwangi yang gugur dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelum diubah menjadi Jalan Lembong, jalan ini diberi nama Jalan Oude Hospitaalweg.

Asal-usul nama Museum Mandala Wangsit Siliwangi

museum mandala wangsit
Sumber: https://www.klikhotel.com/

Nama museum ini berasal dari dua sumber. Kata Siliwangi dalam nama Museum Mandala Wangsit Siliwangi berasal dari nama komando daerah militer TNI-AD di Jawa Barat dan Banten.

Nama Siliwangi ini diambil dari nama tokoh Kerajaan Pasundan yang memiliki daerah kekuasaan yang luas yaitu Prabu Siliwangi. Tokoh kerajaan ini dikenal baik dan bijaksana, Prabu Siliwangi juga dikenal sangat berwibawa.

Nama Mandala Wangsit dalam Museum Mandala Wangsit Siliwangi memiliki arti sebagai tempat untuk menyimpan amanat, petuah dan nasihat dari pahlawan untuk para penerus dalam hal ini pasukan militer. Amanat dari pahlawan masa lalu ini berwujud benda-benda peninggalan perang yang saat ini disimpan di dalam museum.

Museum Mandala Wangsit Siliwangi di masa penjajahan Belanda dan Jepang

Sebelum menjadi museum, bagunan bergaya Romantisme Akhir ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Bangunan ini dibangun pada tahun 1910 – 1915 sebagai tempat tinggal para perwira Belanda.

Gaya bangunannya khas bangunan Romantisme yang mengedepankan estetika dengan banyak bumbu sejarah di bangunannya. Kamu akan jatuh cinta dengan bangunan museum ini.

Saat Belanda selesai menjajah dan pasukan Jepang masuk ke wilayah Indonesia, bangunan ini dijadikan tempat bersembunyi dari pasukan Jepang oleh pahlawan Indonesia.

Setelah Indonesia berhasil mengumumkan kemerdekaan, bangunan ini digunakan oleh pasukan Siliwangi sebagai markas Divisi Siliwangi atau yang juga dikenal sebagai Akademi Militer Bandung.

Pada tahun 1966, bangunan ini baru diresmikan sebagai Museum Mandala Wangsit Siliwangi. Setelah diresmikan, museum ini sempat berhenti beroperasi karena direnovasi.

Museum Mandala Wangsit Siliwangi baru dibuka kembali pada 10 November 1980 oleh Panglima Siliwangi Mayjen Yoga Sugama.

Peninggalan senjata zaman kerajaan hingga zaman kemerdekaan

Di museum ini kamu bisa melihat peralatan perang yang digunakan oleh pasukan Siliwangi dan beberapa senjata tradisional Sunda. Ada tombak, panah, keris, kujang, bom molotov, panser rel, meriam, dan kendaraan lapis baja.

Museum Mandala Wangsit Siliwangi juga menyimpan peralatan perang di masa penjajahan Jepang seperti Bedug Simarame, senjata laras panjang, pistol, tank, dan ambulan militer yang digunakan pada masa itu.

Nggak cuma peralatan perang, kamu juga bisa melihat gambaran romusha atau kerja paksa yang diterapkan pemerintah Jepang saat menduduki Indonesia. Gambaran ini bisa kamu lihat lewat galeri lukisan di dalam museum.

Gambaran peristiwa sejarah lain yang bisa kamu lihat adalah peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 24 Maret 1946 dan peracunan pada 17 Februari 1949.

Museum yang dulu menjadi markas militer Pasukan Siliwangi ini juga menyimpang beberapa busana tokoh yaitu Ki Hajar Dewantara. Bedok atau busana beliau dipajang di dalam museum.

Dua jubah berwarna putih dan hitam ini bisa kamu lihat untuk mengenang tokoh pendidikan bangsa Indonesia yang satu ini.

Jam operasional

Kamu bisa mengunjungi museum ini pada hari Senin sampai Sabtu mulai dari pukul 08.00. Pada hari Senin – Kamis, kamu bisa menyusuri museum sampai pukul 13.00. Untuk hari Jumat, museum tutup lebih awal pada pukul 10.00 dan pada hari Sabtu museum tutup pada pukul 12.00.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan?