Prosesi Upacara Adat Sunda Yang Harus Dilalui Sejak di Kandungan Hingga Pemakaman

Sama seperti suku lainnya, orang-orang Sunda juga punya upacara adatnya sendiri. Setiap rangkaian prosesi dalam upacara adat Sunda memiliki makna tersendiri. Ada tujuan tertentu dari pelaksanaan prosesi-prosesi tersebut.

Kalau kamu orang Sunda, mungkin kamu sudah familiar dengan beberapa upacara adat yang kerap dilakukan. Sejak masih janin, orang-orang Sunda sudah terlibat dalam berbagai prosesi upacara adat. Mulai dari mendoakan keselamatan janin di dalam kandungan sampai upacara adat yang dilakukan untuk mengalirkan doa bagi yang sudah wafat.

Upacara adat Sunda di bulan keempat, ketujuh dan kesembilan kehamilan

upacara adat sunda
Sumber: https://ilmudasar.id/

Sejak janin mulai tumbuh di rahim ibu, mereka sudah terlibat di acara upacara adat Sunda, lho. Ketika ibu hamil empat bulan, biasanya ada upacara adat yang dilakukan.

Di usia kehamilan empat bulan ini, roh mulai ditiupkan ke dalam tubuh janin. Tidak berhenti di situ, saat usia kehamilan sudah tujuh bulan akan diadakan prosesi upacara adat tingkepan.

Upacara adat ini hampir sama seperti kegiatan mitoni di adat Jawa. Tingkepan dilakukan untuk memohon keselamatan ibu dan calon bayi. Upacara adat ini biasanya dilakukan di kehamilan pertama.

Saat kandungan ibu sudah berusia sembilan bulan, upacara adat yang dilakukan adalah reuneuh mundingeun. Prosesi ini dilakukan agar ibu segera melahirkan dengan selamat.

Beragam upacara adat Sunda di masa kanak-kanak

upacara adat sunda

Setelah bayi lahir, upacara adat Sunda yang dilakukan adalah mengubur tembuni atau plasenta. Proses penguburannya tidak sembarangan, lho. Harus dikuburkan di posisi yang tepat dengan iringan doa keselamatan.

Di masa kanak-kanak, mungkin kamu dan keluargamu melaksanakan upacara adat nurunkeun dan nenjrag bumi. Nurunkeun dilakukan saat bayi akan dibawa keluar rumah untuk pertama kalinya.

Nenjrag bumi dilakukan dengan mengharapkan si bayi bisa tumbuh menjadi manusia yang pemberani. Ada juga prosesi ekah, prosesi adat ini serupa dengan prosesi akikah.

Prosesi pernikahan adat Sunda yang penuh makan

upacara adat sunda

Pernikahan juga menjadi salah satu momen yang disakralkan untuk orang Sunda. Di momen sakral ini ada banyak rangkaian upacara adat yang dilakukan. Mulai dari proses perkenalan hingga pascapernikahan memiliki prosesinya tersendiri.

Upacara adat dalam prosesi pernikahan meliputi Nanyaan, Neundeun Omong, Nyeureuh, Seserahan, Ngeuyeuk Seureuh, Akad Nikah, Sawer, Meuleum Harupat, Nincak Endog, Nincak Songsong, Pecah Kendi, Huap Lingkung, dan Bakakak Hayam. Kalau kamu tertarik melestarikan budaya asli Sunda, kamu bisa melaksanakan semua prosesi pernikahan ini.

Sama seperti prosesi adat lainnya, upacara adat yang dilakukan selama proses pernikahan dilakukan dengan tujuan tertentu. Ada makna mendalam di balik masing-masing rangkaian prosesi.

Setiap benda dan alurnya memiliki alasan dan menyimbolkan hal-hal tertentu. Kamu akan terharu jika mengetahui makna dan harapan baik dari setiap prosesi di upacara adat pernikahan ini.

Penghargaan terakhir dan aliran doa untuk yang sudah wafat

Ada pula upacara adat Suku Sunda yang dilakukan ketika seseorang telah meninggal. Prosesi yang dilakukan biasanya bertujuan untuk menghaturkan doa untuk yang telah wafat.

Upacara adat ini biasanya dilakukan di waktu-waktu tertentu seperti saat hari ke-40, hari ke-100 dan hari ke-1000. Dalam upacara adat ini, pihak keluarga biasanya membaca doa untuk anggota keluarga yang telah meninggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan?