Menyusuri Cerita Diplomasi di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung

Jalan-jalan ke Bandung nggak lengkap jika tidak berkunjung ke tempat wisata yang asik. Salah satunya tempat wisata sejarah seperti Museum Konferensi Asia Afrika yang terkenal hingga mancanegara!

Seseru apa sih jalan-jalan ke sini? Yuk simak panduan mengunjungi Museum KAA yang pasti tidak mengecewakan!

Salah satu memorabilia Konferensi Asia Afrika di masa silap

Museum konferensi Asia Afrika
Tampilan Museum Konferensi Asia Afrika / Mimbar-Rakyat

Museum Asia Afrika adalah salah satu museum di Kota Bandung yang merupakan memorabilia Konferensi Asia Afrika puluhan tahun lalu. Gedung utama di Gedung Merdeka adalah ruang sidang utama dan gedung kedua adalah bangunan yang dijadikan Museum Asia Afrika Bandung.

Gedung ini dikembangkan untuk mengenang Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan pada tahun 1955 lalu. Pada peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika, Museum Asia Afrika Bandung diresmikan. Pengembangan museum ini dilakukan atas dasar ide Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M yang pada saat itu merupakan Menteri Luar Negeri.

Kamu bisa mengenang sejarah perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet di museum ini. Museum ini menjadi bukti peran penting Republik Indonesia dalam usaha perdamaian perang dingin yang terjadi saat itu. Museum Asia Afrika menjadi bukti bahwa Indonesia punya peran penting dalam lingkup politik internasional

Bukti peran penting Indonesia dalam politik internasional

Museum konferensi Asia Afrika

Seperti yang kamu tau, pada 18 – 24 April 1955 Konferensi Asia Afrika dilakukan. Pertemuan besar yang membahas politik internasional ini dilakukan dengan mempertemukan para pemimpin negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. Tentu saja, pertemuan ini dilakukan di Kota Bandung. Konferensi ini dilakukan untuk menyatukan sikap antara bangsa-bangsa di kawasan Asia dan Afrika.

Dari konferensi ini lahir Dasasila Bandung, yaitu pedoman yang menjadi semangat bangsa-bangsa di kawasan Asia dan Afrika untuk memperoleh hak-hak kemerdekaanya. Konferensi ini dilaksanakan di Gedung Merdeka, di ruang utama yang saat ini juga menjadi area Museum Asia Afrika. Sebesar itu peran Indonesia dalam politik internasional saat itu. Keren banget, kan!

Yang bisa kamu temukan di Museum Asia Afrika Bandung

Sebelum menjadi museum, bangunan Gedung Merdeka dan Museum Asia Afrika dikenal dengan nama Societeit Concordia dengan arsitek Van Galenlast dan C. O. Wolf Shumaker. Saat ini, Museum Asia Afrika Bandung diisi dengan buku-buku sejarah, politik, sosial, dan budaya tentang negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. Kamu juga bisa melihat dokumen-dokumen tentang Konferensi Asia Afrika di museum ini.

Lokasi, jam buka dan tiket Museum Asia Afrika Bandung

Museum Konferensi Asia Afrika berada di Jalan Asia Afrika 65, Bandung. Kamu bisa memasuki museum ini tanpa dipungut biaya seperser pun. Kalau kamu akan mampir ke museum ini bersama rombongan, pastikan rombonganmu berjumlah tidak lebih dari 25 orang. Jika lebih, kamu bisa mengajukan kunjungan melalui website Museum Asia Afrika Bandung sebelum berkunjung.

Museum Asia Afrika Bandung buka dari pukul 08.00 sampai 16.00 pada hari Selasa sampai Kamis. Pada hari Jumat, Museum Asia Afrika buka dari pukul 14.00 sampai 16.00. Pada akhir pekan, museum ini buka pada pukul 09.00 dan 16.00. Ingat, jangan sampai kamu ke sini saat hari Senin ya. Museum Asia Afrika tidak dibuka untuk umum pada hari Senin.

Setelah menikmati wisata sejarah di Museum Asia Afrika, kamu bisa mampir ke store Bolu Susu Lembang untuk mencicipi kue bolu lembut yang enak banget. Lumayan untuk mengganjal perut setelah seharian mengelilingi museum. Bolu Susu Lembang juga bisa kamu jadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan?