“Halo-halo Bandung”, Lagu Patriotik yang Awalnya Tercipta sebagai Ungkapan Rasa Rindu

halo-halo bandung

Halo-halo Bandung ibukota Periangan. Halo-halo Bandung, kota kenang-kenangan. Sudah lama beta, tidak berjumpa dengan kau. Sekarang telah menjadi lautan api. Mari, Bung, rebut kembali!

Pasti kamu membaca paragraf di atas dengan nada, bukan? Ya siapa yang tidak tahu lagu ini? Lagu khas warna Periangan tersebut sudah dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, apa kamu tahu bagaimana sebenarnya “Halo-halo Bandung” tercipta dan dihafal semua orang sebagai ungkapan perjuangan? Berikut beberapa fakta yang bisa kamu pelajari tentang lagu ini supaya lebih mengenal “Halo-halo Bandung”.

“Halo-halo Bandung” Bukan Diciptakan oleh Ismail Marzuki?

Halo-Halo Bandung dan Ismail Marzuki

Ismail Marzuki yang memang seorang komponis dipercaya dengan mudah sebagai pencipta lagu “Halo-halo Bandung”. Namun, beberapa tahun belakangan hal tersebut mulai diragukan.

Beberapa pihak sih memberikan alasan bahwa lagu tersebut tidak selaras dengan warna lagu-lagu Ismail Marzuki yang lain, yang terdengar lebih mendayu.

Ada yang mengatakan bahwa lagu tersebut tercipta secara spontan oleh para pejuang Bandung saat itu ketika melawan Belanda. Ini dituturkan oleh Bang Maung dalam buku Saya Pilih Mengungsi: Pengorbanan Rakyat Bandung untuk Kedaulatan yang dikutip Tirto.id.

Ada pula yang mengungkapkan bahwa lagu ini mungkin saja diciptakan oleh Willy Derby pada 1923 karena saat itu ada lagu “Halloe Bandoeng” yang bernada dan berlirik mirip. Namun, alasan itu lemah karena melodinya berbeda.

Dari kontroversi itu, mendiang istri Ismail Marzuki, Eulis Zuraida, mengatakan bahwa Ismail Marzuki yang menciptakan. Ia bahkan menegaskan bahwa lagu itu dibuat Ismail ketika berpacaran dengannya.

Ulah Jepang: dari Ungkapan Rindu menjadi Nada Perjuangan

Halo Bandung memang sudah menjadi ungkapan terkenal saat itu karena radio lokal, Radio Kootwijk, menggunakan istilah itu untuk menyapa pendengarnya. Pun ketika lagu milik Willy Derby menjadi sangat terkenal di kalangan warga Bandung.

Lagu “Halo-halo Bandung” kemudian tercipta. Namun, awalnya diciptakan bukan dengan nada perjuangan, melainkan perasaan rindu akan tanah Periangan. Berikut lirik aslinya.

Halo-halo Bandung, ibu kota Pasundan. Halo-halo Bandung, kota kenang-kenangan. Lama sudah beta, ingin berjumpa padamu. S’lagi hayat dan hasrat masih dikandung badan. Kita ‘kan jumpa pula.

Jepang mengubah persepsi lirik semula itu. Hal tersebut dilakukan mereka sebagai bentuk propaganda dari Jepang.

Akan tetapi, dua lirik terakhir mengenai Bandung yang menjadi lautan api dan rakyat mencoba merebutnya kembali tidak memiliki campur tangan dari Jepang kok. Dua lirik tersebut murni dari masyarakat Bandung yang tersulut ketika pembakaran Bandung oleh Sekutu.

Tidak Ada Lembar Partitur di Perpusnas

Lembar partitur “Halo-halo Bandung” masuk ke Taman Ismail Marzuki pada 2008 berbarengan dengan koleksi Ismail Marzuki lainnya, seperti biola, jam meja, hingga album foto. Tidak ada identitas khusus di partitur tersebut, kecuali satu buku bersama partitur lain milik Ismail Marzuki.

Tempat penyimpanan arsip lain di Indonesia, seperti Perpusnas bahkan tidak menyimpan partitur lagu tersebut. Hanya ada rekaman kaset. Bahkan, di sana hanya ada partitur satu lagu kebangsaan, yaitu “Indonesia Raya”.

Wah, terlepas siapa pencipta “Halo-halo Bandung”, lagu tersebut menjadi kenangan tersendiri bagi masyarakat Bandung. Bahkan, berkat lagu tersebut masyarakat Indonesia mengenang Bandung dengan segala tragedinya ketika penjajahan dahulu ya.

Akan tetapi, berkat banyak tragedi tersebutlah yang membuat Bandung indah dengan pemandangan dan sejarahnya sehingga banyak wisatawan yang selalu menargetkan Bandung untuk dijadikan tempat liburan.

Nah, ketika kamu berlibur ke Bandung, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh untuk orang terkasih di rumah. Banyak pilihan makanan khas Bandung, salah satunya adalah Bolu Susu Lembang. Bolu tersebut tahan lama kok meskipun disimpan di luar pendingin sehingga cocok untuk dibawa ke luar kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan?