Peristiwa di Balik Sejarah Bandung Lautan Api

Sejarah Bandung Lautan Api – Peristiwa bersejarah di Bandung dengan membumi hanguskan daerah tersebut menjadi salah satu titik penting dalam kemerdekaan Indonesia. Masyarakat dan tentara membakar Bandung pada waktu itu  tanpa ada yang tersisa. Hal itu dilakukan dalam rangka mencegah tentara sekutu dan NICA supata tidak menguasasi Bandung. Peristiwa tersebut kini  dikenal dengan “Bandung Lautan Api”.

Peristiwa Bandung Lautan Api merupakan akse heriok dalam mempertahannya kemerdekaan indonesia. Dalam perjalannya, Peristiwa tersebut banyak diabadikan dalam bentuk karya seni seperti lagu dan film Bandung Lautan Api.

Persitwia tersebut bermula saat tentara sekutu datang kembali ke Indonesia pada tanggal 12 Oktober 1945. Beberapa pekan setelah proklamasi kemerdekaan, tentara seketu yang waktu itu menang dalam Perang Dunia Kedua melawan Jepang, tergabung dalam satuan khusus AFNEI datang kembali ke Indonesia.

Awalnya, pasukan sekutu datang ke Indonesia untuk membebaskan para tawnanan Jepang. Namun, ternyata Belanda membonceng sekutu dan ingin menguasasi kembali Indonesia. Setelah itu, pertempuran hebat kembali terjadi.

Dengan melakukan propaganda, tentara sekutu mengultimatum rakyat Indonesia supaya menyerahkan semua senjata yang ada kepada mereka. Namun, hal itu tidak dipedulikan oleh tentara dan rakyat Indonesia. Bahkan, Angkatan Perang RI merespon pernyataan tersebut dengan menyerang markas-markas sekutu yang berada di Badung Utara seperti Hotel Homan dan Hotel Preanger yang merupakan markas besar sekutu.

Penyerangan itu dilakukan oleh tentara Indonesia pada malam hari 24 November 1945. Dua hari setelah itu, Kolonel McDonal selaku panglima perang sekutu kembali menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat, Mr. Datuk Djamin, supaya mengosongkan wilayah Bandung Utara.

Namun, kedua ultimatum tersebut tidak digubris sama sekali. Bahkan tentara Indonesia kembali menyerang pos-pos Sekutu yang ada di sekitar Bandung Utara.

Panglima Tertinggi AFNEI di Jakarta, Letnan Jendral Montagu Stopford, mengingatkan kepada Sultan Sjahrir selaku Perdata Mentri saat itu untuk menarik semua pasukan militir RI dari wilayah Bandung. Hanya pemerintah sipil, polisi dan rakyat setempat yang diperbolehkan tinggal.

Pada tanggal 24 Maret 1946, Tentara Republik Indonesia (TRI) di bawah pimpinan kolonel A.H. Nasution, memutuskan untuk membumi hanguskan Bandung.

Seluruh rakyat yang ada diungsikan, gelombang pengungsian semakin besar saat matahari tenggelam. Sebelum meninggalkan rumah, rakyat diharuskan untuk membakarnya terlebih dulu.

Rencana TRI sebenarnya lebih besar lagi, namun rencana itu tidak berjalan dengan mulus. Karena hal tersebut, TRI melanjutkan aksinya dengan menghancurkan gedung-gedung dan rumah di wilayah Bandung Utara.

Seketika, malam itu Bandung terbakar habis. Kemudian peristiwa tersebut dikenang dengan sejarah Bandung Lautan Api.

Demikianlah peristiwa sejarah Bandung Lautan Api. Saat ini, peristiwa itu diabadikan dengan karya seperti algu “Bandung Lautan Api” yang terkenal dan resmi menjadi lagu daerah dari Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan?