Kesenian Khas Bandung yang Wajib Dilestarikan

kesenian khas bandung

Kesenian khas Bandung – Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan suku, budaya, dan ras. Setiap daerah di Indonesia memiliki kesenian khas masing-masing. Kesenian-kesenian ini memiliki makna dan juga filosofi hidup masyarakatnya. 

Salah satu kota yang masih memiliki kesenian yang khas dan kental adalah Bandung. Sejumlah kesenian tradisional asal Kota Bandung ini mulai dari tarian, alat musik, permainan tradisiona dan lain-lain hingga sampai kini masih sering dijadikan pertunjukkan seni dan membawa harum nama Kota Kembang itu.

Pada artikel kali ini akan dibahas tentang kesenian khas Bandung yaitu, alat musik angklung, reak dan juga kecapi jenaka yang masih sangat kental di Bandung, khususnya daerah Bandung Timur. Langsung simak yuk ulasan mengenai 3 kesenian khas Bandung ini. 

Alat musik angklung sudah ada sejak zaman kerajaan

kesenian khas bandung

Adanya alat musik angklung sebagai alat musik khas Jawa Barat ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Awalnya angklung hanya digunakan sebagai alat untuk perayaan panen padi.

Selain menjadi simbol perayaan panen, angklung juga digunakan sebagai ritual keagamaan (persembahyangan) sebagai pengganti genta (bel) yang digunakan oleh seorang pendeta hindu. Pada masa tersebut juga angklung dijadikan sebagai alat musik korp tentara kerajaan, saat perang Bubat angklung juga digunakan sebagai pembangkit semangat juang atau tempur. 

Kini, angklung menjadi salah satu kesenian khas kota Bandung, khususnya Bandung Timur yang dipakai untuk pertunjukkan seni. Alat musik ini terbuat dari bambu, dan dari dulu bambu memang sudah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia mulai dari membuat perabot rumah tangga hingga kerajinan.

Saat memainkan angklung untuk pertunjukkan seni biasanya instrumen angklung ditambahkan dengan instrumen melodis yang memperkaya melodi lagu angklung. 

Kesenian reak dengan iringan ritmis dan mistis

kesenian khas bandung

Jika di daerah Ponorogo terkenal dengan reog, di Bandung juga terdapat kesenian tari yang mirip dengan reog yaitu, reak.

Memiliki nama yang mirip dengan reog ponorogo, ternyata reak juga banyak dipercaya bahwa kesenian ini dulu dibawa oleh masyarakat Ponorogo pada abad ke-1 ke Jawa Barat pada saat zaman kesultanan Cirebon. 

Adapula yang berpendapat bahwa reak pertama kali dipertunjukkan pada masa kerajaan Pajajaran sebagai sindiran kepada Majapahit.  

Kesenian reak ini juga hampir mirip dengan kesenian kuda lumping yang membuat para pemainnya terkesan kesurupan. Ditambah dengan iringan dari alat musik instrumen etnik sunda seperti dogdog, kendang, calung, suling dan lainnya, iringan tersebut yang akhirnya menjadikan iramanya ritmis dan mistis. 

Kesenian khas reak saat ini sering dipertunjukkan saat acara helaran dan syukuran, seperti khitanan, panen pertanian, peringatan akil baligh, ulang tahun, hingga pernikahan. 

Kecapi Jenaka, seni menyanyikan lagu-lagu lucu

kesenian khas bandung


List terakhir adalah kecapi jenaka yang merupakan jenis seni kecapian yang dilakukan dengan menyanyikan lagu-lagu jenaka atau lucu dalam irama bebas.

Seni kecapi ini dilakukan oleh seorang pemain kecapi yang berperan juga sebagai penyanyi ditambah dengan seseorang atau dua orang yang semuanya memiliki kemampuan menyanyikan lagu-lagu jenaka. 

Seni khas Bandung ini menampilkan penampilan yang komunikatif dengan penonton, suasana juga penuh riang gembira dengan lagu-lagu humor dengan penampilan mimik plus celetukan gaya banyolan Sunda yang lucu sehingga para penonton bisa tertawa terpingkal-pingkal dibuatnya.

Seniman paling dikenal yang sering mempertunjukkan kecapi jenaka adalah Mang Utun dan Mang Dekok. Kedua seniman Sunda ini sudah mempertunjukkan kecapi jenaka sejak tahun 1994.

Itu lah ulasan 3 kesenian khas Bandung yang memiliki sejarah dan makna masing-masing. Tentunya sebagai generasi muda patut untuk tetap melestarikan kesenian dan budaya asli ini. Jika kamu berkunjung ke Bandung, jangan lupa untuk berkunjung ke beberapa gedung kesenian Bandung, biasanya akan ada pertunjukkan seni lainnya. 

Selain memiliki kesenian yang khas, Bandung juga memiliki oleh-oleh khas Bandung yang selalu dicari oleh wisatawan dan jadi oleh-oleh yang wajib dibawa pulang, apalagi kalau bukan Bolu Susu Lembang. Jika berkunjung ke Bandung, kamu bisa mendapatkan Bolu Susu Lembang ini di salah satu outletnya di Jalan Buah Batu No. 271. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan?